Tampilkan postingan dengan label Trip Report. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Trip Report. Tampilkan semua postingan

Minggu, 03 April 2016

Garuda Indonesia GA855 Singapore - Surabaya

        Garuda Indonesia sudah berkali-kali mendapat penghargaan yang macam2. Terakhir kali Garuda Indonesia mendapat penghargaan masuk kategori dari hanya 7 maskapai bintang 5 di dunia (wah, kayak hotel aja ada bintang2-nya). Nah, kali ini gue dapet kesempatan lagi untuk naik Garuda Indonesia dalam penerbangan GA855 dari Singapura kembali ke Surabaya pada hari Minggu tanggal 3 April 2016 kemarin. Harga tiketnya waktu itu sekitar Rp1.250.000,000 gitu untuk economy class. Pesawat dijadwalkan berangkat jam 19.30 SGT dan dijadwalkan tiba di Surabaya sekitar jam 21.00 WIB. Perjalanan dimulai dari Changi Airport T3. Gak usah pake city check-in soalnya waktu itu sepi banget check-in counternya meskipun aslinya penerbangan ini bakalan rame banget. Setelah menunggu dengan jalan2 di Changi Airport T3 yang indah, waktunya boarding. Boarding dilakukan dengan cepat dan teratur sampe akhirnya gue tiba di kursi gue yaitu no. 35K yang letaknya persis di belakang sayap pesawat. Moga2 gue bisa duduk di business class yang nyaman minimal buat penerbangan jarak dekat kayak gini lah! Di layar IFE di depan gue, terdapat peta rute rencana perjalanan dari Singapura ke Surabaya. Setelah semua penumpang masuk ke pesawat, pintu ditutup dan peragaan keselamatan model video mulai ditayangkan di layar IFE setelah itu dilanjutkan dengan iklan dari Skyteam karena Garuda Indonesia merupakan salah satu anggotanya. Sebelum take-off, para pramugari juga membagikan satu gelas berisi jus jeruk yang rasanya agak pahit gitu supaya tidak dehidrasi saat take-off. Akhirnya pesawat take-off sesuai jadwal pada jam 19.30 SGT dan kurang lebih 20 menit kemudian, lampu tanda sabuk pengamat dimatikan dan IFE mulai dinyalakan. Waktunya utak-atik IFE! Headset tetap seperti biasa dengan standard seperti di kelas economy class di penerbangan lainnya, tetapi sayangnya program IFE-nya masih menggunakan program lama, bukan yang baru seperti yang ada di penerbangan Garuda Indonesia jurusan Jakarta - Amsterdam - London Gatwick. Ya, gpp lah yang penting gak bosen selama penerbangan yang bakalan menempuh waktu sekitar 2 jam 15 menit ini. Beberapa menit kemudian, makan malam mulai disajikan dengan pilihan yaitu nasi ayam asam manis (koloke kalau di Surabaya) dan nasi ikan sarden dengan saos kare. Porsinya lumayan lah lengkap dengan sayuran segar, roti dan pelengkapnya seperti mentega premium, salad kacang merah, kue dengan vla vanilla, serta pilihan minuman hangat / dingin. Rasanya standard aja untuk ukuran economy class, bagaimana rasa makanannya ya yang di business class? 
 
        winglet-nya keren banget! 
        dinner menu: nasi ayam asam manis (koloke), salad kacang merah, dan kue vla vanilla
        Setelah itu, gue nyobain nonton IFE dengan nonton sitkom "Kelas Internasional" yang lucu abis dan film kartun "Star Wars Rebels". Lumayan lah buat mengisi penerbangan 2 jam 15 menit ini. 
         sitkom "Kelas Internasional"-nya NET. di IFE-nya Garuda Indonesia 
        kartun "Star Wars Rebels" di IFE-nya Garuda Indonesia
        Akhirnya pesawat mendarat dengan selamat di Bandara Internasional Juanda T2 Surabaya pada jam 20.45 WIB. Pesawat parkir di bagian domestik di T2 setelah itu semua penumpang diwajibkan naik ke shuttle bus yang telah disediakan untuk menuju ke international arrival hall. Setelah proses imigrasi selesai dan barang2 sudah diambil, gue pun akhirnya pulang ke rumah gue di Surabaya tercinta. Bagaimana penerbangan Garuda Indonesia-mu? 

Sabtu, 02 April 2016

Tigerair TR2261 Surabaya - Singapore

       Tigerair adalah maskapai penerbangan berbiaya murah (low cost carrier / budget airlines) yang terkenal dengan harga tiketnya yang bisa bikin ngiler sesaat (lebay banget...). Nah akhirnya gue dapet kesempatan untuk nyobain gimana rasanya terbang bersama Tigerair dalam penerbangan Tigerair TR2261 jurusan Surabaya ke Singapura. Gue terbang pada hari Jumat tanggal 1 April 2016 (April Mop!) dengan harga tiket cuman Rp507.000,00 aja. Lumayan murah untuk penerbangan budget rute Surabaya - Singapura nonstop. Tiket sudah dibooking & diprint, tinggal check-in. Check-in counter waktu itu gak terlalu rame tapi sebenernya penerbangan hari ini rame banget, kayak pas peak season aja padahal waktu itu lagi low season. Rata2 penumpang adalah keluarga dengan anak kecil. Mayoritas kewarganegaraan para penumpang TR2261 waktu itu adalah Indonesia, tapi ada juga penumpang yang berkewarganegaraan Singapura (termasuk total 7 kru pesawat Tigerair TR2261), China (kayaknya), dan Australia atau Amerika gitu waktu itu. Wih, bakalan seru nih penerbangan hari ini kalo penerbangannya rame penumpangnya. 
 
        Atas: check-in for Tigerair TR2261 flight
        Setelah check-in dan menyelesaikan proses imigrasi, waktunya planespotting di sekitaran gate no. 7 (untuk penerbangan internasional) Bandara Juanda T2. Karena waktu itu masih pagi sekitar jam 9 pagi, maka banyak pesawat yang lalu lalang kayak Garuda Indonesia, Singapore Airlines, Tigerair (penerbangan gue nanti), AirAsia, NAM Air, Sriwijaya Air, Kalstar Aviation, Citilink, dan Lion Air. Berikut hasil foto2 planespottingnya. 
        Atas: Singapore Airlines Airbus A330-300 9V-STG penerbangan SQ931 Surabaya - Singapura 
 
        Atas: Garuda Indonesia Airbus A330-200 PK-GPE yang entah darimana asalnya waktu itu 
         Atas: nah ini dia pesawat buat penerbangan gue, Tigerair Airbus A320 9V-TAO 
         Pesawat Tigerair yang bakalan gue naiki berjenis Airbus A320 yang memang paling cocok buat penerbangan rute Surabaya - Singapura hari ini dengan registrasi 9V-TAO dengan livery barunya Tigerair. Beberapa menit kemudian, para penumpang dipersilahkan masuk ke pesawat sesuai urutan nomer kursi dari belakang ke depan. Pramugari sama pramugaranya Tigerair keliatan ceria banget mungkin karena sesuai model pesawatnya yang terlihat agak "fun". Penerbangan Tigerair hari ini rame banget karena keliatannya semua kursi di pesawat pada diisi sama penumpang semua. Gue duduk di seat no. 6A yang terletak di bagian depan pesawat dan di tepi jendela pesawat dengan fiew yang cukup bagus ke arah sayap pesawat dan juga mesin pesawatnya. Penerbangan Tigerair TR2261 hari ini dijadwalkan take-off dari Bandara Juanda Surabaya jam 10.25 WIB, tapi karena waktu itu lagi hujan deres sampe kabut segala, maka penerbangannya sempat terlambat. Pertama karena sini harus nunggu penerbangan Singapore Airlines SQ931 berangkat duluan ke Singapura terus nunggu penerbangan Garuda Indonesia berangkat juga dan kedua karena keliatannya pilotnya masih belum siap buat berangkat di tengah cuaca buruk kayak gini. Akhirnya pesawat berangkat juga sekitar jam setengah 11-an. Untungnya setelah pesawat mencapai ketinggian jelajah kurang lebih 35ribu kaki dpl, cuaca berubah drastis menjadi cerah dengan awan yang sangat indah buat dipandang. 
        Atas: wah, cuacanya berubah! 
        Setelah nyampe di ketinggian sekitar 35 ribu kaki dpl dan lampu tanda sabuk pengaman dipadamkan, awak kabin langsung melakukan buy-on-board service seperti inflight cafe dan duty free sales onboard service. Biasanya gue selalu beli makanan di atas pesawat budget kayak Tigerair atau yang lain, tapi kali ini kok rasanya gak selera soalnya harganya S$15 alias Rp150.000,00! Alamak, kalau kayak gini mending gue beli Burger King di bandara yang harganya cuman 30ribuan plus kentang goreng ama coca-colanya trus dimakan deh di pesawat, aman dan murah kan! Ya tak apalah, tahan aja lapernya sampe di Singapura wong penerbangannya aja cuman 2 jam 15 menit aja. Gak kayak Garuda Indonesia yang ada IFE-nya, karena Tigerair itu pesawat berjenis budget airlines, maka gak ada IFE sama sekali di pesawat ini. Alternatif supaya gak bosen ya main iPad aja, tapi entah kenapa waktu itu gue rasanya kok agak stress dan pusing ya pas di pesawat padahal pas di bandara nggak lho sehingga akhirnya gue bosen main game di iPad gue trus gue nyobain buat mbaca majalah pesawat Tigerair yang telah disediakan dan buku travel guide Singapura yang gue bawa sendiri dari rumah, tapi lama2 ya gue juga bosen mbaca semua itu. Ya akhirnya gue cuman bisa duduk diam sambil "passengers watching" dan melihat ke arah luar pesawat yang pemandangan langitnya cantik abis! 
 
         Atas: mau liburan pake Tigerair? Cukup booking di mobile applicationnya aja... 
         Akhirnya sekitar 2 jam kemudian, ketinggian pesawat mulai diturunkan setelah itu pak pilot dan mas pramugaranya (pramugaranya ganteng lho!) mbritahu kalo kita sudah mau nyampe di Singapura. Pesawat sempet terbang di atas kota Tanjung Pinang di pulau Bintan sebelum akhirnya terbang di atas Batam terus akhirnya mendarat dengan selamat sentosa di Bandara Internasional Changi T2 di Singapura. 
    
        Atas: menjelang pendaratan di Bandara Changi Singapura 
        Setelah pesawat landing dengan selamat melalui runway 02L Bandara Changi Singapura, pesawat langsung taxi (bergerak secara perlahan di bandara) ke gate di T2 Bandara Changi Singapura. Berakhirlah penerbangan yang menyenangkan ini. Goodbye & happy holiday, guys! 

Senin, 28 Maret 2016

Sancaka Pagi KA84 Solobalapan - Surabaya Gubeng

        Hari ini gue mau share perjalanan gue naik KA84 Sancaka Pagi jurusan Yogyakarta - Surabaya Gubeng, tapi gue naiknya dari Stasiun Solobalapan. Perjalanan dimulai sekitar jam 07.00, gue check-out dari Hotel Pose In Solo yang letaknya cuman selemparan batu dari Stasiun Solobalapan. Dari sana cukup jalan kaki atau naik becak kurang dari 5 menit aja, sampailah gue di Stasiun Solobalapan sing apik tenan ini. Tiket dicetak pake mesin Cetak Tiket Mandiri (CTM) yang canggih bingitz. Suasana Stasiun Solobalapan pagi itu cukup rame dengan para penumpang KA84 Sancaka Pagi kayak gue. Sancaka memang jadi primandona warga Surabaya, Madiun, Solo, dan Yogyakarta sebagai moda transportasi antar-kota mereka karena perjalanan Surabaya - Yogyakarta PP cuma ditempuh selama kurang lebih 5 jam doang! 
        Atas: KA Sancaka Pagi ft. CC206 (sumber: www.railway.web.id) 
       Atas: Stasiun Solobalapan yang ramai saat pagi hari
       Setelah menunggu sekitar 15 menit, datanglah KA84 Sancaka Pagi dari Yogyakarta di jalur 1 Stasiun Solobalapan. Gerbong gue kali ini adalah gerbong kelas bisnis B dengan tiket dibranderol Rp115.000,00 aja. Kalau mau yang nyaman, ada juga gerbong eksekutif yang cukup comfortable dengan tarif tiket dibanderol sekitar 200ribu. Lokomotif yang digunakan adalah General Electric's CC206 punyanya Dipo Induk Sidotopo di Surabaya. KA84 Sancaka Pagi cuma ngetem di Solobalapan sekitar 5 menit doang karena baru masuk gerbong gue, kereta langsung berangkat. Konfigurasi gerbong bisnis adalah 2 - 2, tetapi uniknya 2 kursi digabungin, nggak kayak gerbong eksekutif yang masing2 orang dapet 1 kursi. Beruntunglah karena gerbong kelas bisnis sekarang sudah dilengkapi AC, nggak kayak yang dulu yang pake kipas angin. 
          Baru berangkat, perut sudah rewel minta diisi, jadi ya gue beli sepiring nasi goreng telor yang dijual sama mas2 pramugaranya. Nasi gorengnya standar kayak yang dijual di kereta2 lain dan rasanya lumayan maknyus plus cukup mengenyangkan buat sarapan. Keretanya berjalan cukup cepat melintasi daerah perbatasan Jawa Tengah - Jawa Timur sampai akhirnya tibalah kami di pemberhentian pertama dari Solobalapan yaitu Stasiun Besar Madiun. KA84 Sancaka Pagi dijadwalkan berhenti sekitar 5 menit di Madiun karena diharuskan bersilang dengan "Sang Raja KA Lintas Selatan" yaitu KA5 Argo Wilis jurusan Surabaya Gubeng - Bandung. Saat menunggu di gerbong, gue merasa aneh karena biasanya ada pedagang di stasiun yang jualan nasi pecel pincuk khas Madiun, tapi waktu kereta gue berhenti di Stasiun Besar Madiun, kok gak dateng2 ya si penjual nasi pecel pincuk-nya... Kereta akhirnya jalan lagi jam 09.07 ke stasiun berikutnya yaitu Nganjuk. Di Stasiun Nganjuk, kereta cuman berhenti sekitar 2 menit untuk menaik-turunkan penumpang dan bersilang dengan KA179 Pasundan jurusan Surabaya Gubeng - Kiaracondong. Stasiun berikutnya adalah Jombang dimana KA84 Sancaka Pagi bersilang dengan KA190 Logawa jurusan Jember - Surabaya Gubeng - Purwokerto. 
        Atas: suasana gerbong kelas bisnis B KA84 Sancaka Pagi waktu berhenti di Stasiun Jombang
        Setelah berhenti selama 4 menit, KA84 Sancaka Pagi berangkat lagi meninggalkan Stasiun Jombang ke tujuan berikutnya yaitu Stasiun Mojokerto. KA84 Sancaka Pagi tidak dijadwalkan bersilang dengan kereta lain di Stasiun Mojokerto dan setelah berhenti sekitar 3 menit, kereta jalan lagi ke tujuan akhir yaitu Stasiun Surabaya Gubeng. Menjelang sampe di Stasiun Surabaya Gubeng, KA84 Sancaka Pagi berjalan agak pelan melintasi Stasiun Wonokromo, Pintu Air Jagir, Halte Ngagel, dan Jembatan KA Jl. Kertajaya di Surabaya sampai akhirnya berakhirlah perjalanan yang indah ini saat KA84 Sancaka Pagi tiba di Stasiun Surabaya Gubeng tepat jam 11.40. Goodbye, guys! 

Selasa, 22 Maret 2016

Garuda Indonesia GA370 Surabaya - Batam

       Hey, what's up guys? So, gue hari ini mau share tentang penerbangan Garuda Indonesia GA370 rute nonstop Surabaya - Batam. Garuda Indonesia sejak bulan Desember 2014 meresmikan oenerbangan nonstop Surabaya - Batam dan ini menjadi keuntungan bagi traveller yang akan ke Singapura tetapi dengan harag yang lebih murah karena ke Singapura lewat Batam lebih murah ketimbang naik penerbangan langsung ke Singapura. Waktu itu gue naik penerbangan GA370 rute Surabaya - Batam tanggal 26 Desember 2014 alias beberapa hari setelah peresmian rute baru ini dan harga promosi untuk penerbangan pada tanggal ini hanyalah Rp630.000,00 saja. 
         Tiket sudah di tangan dan waktunya berangkat! Setelah menunggu kurang lebih 30 menit di ruang tunggu T2 Bandara Juanda yang baru, waktunya boarding yang dilakukan sekitar jam 09.25. Pesawatnya kali ini Boeing 737-800 Next Generation registrasi PK-GMH yang pake official livery-nya Skyteam di semua badan pesawatnya. 
         Atas: PK-GMH dengan official livery-nya Skyteam
         Pas masuk pesawat, langsung disambut hangat sama cabin crew-nya dengan salamnya yang terkenal bernama "Salam Garuda Indonesia". Kursi gue tepat di depannya sayap dengan view yang cukup bagus ke arah winglet yang berwarna biru kehitaman. Semua kursi di pesawat ini telah dilengkapi dengan inflight entertaiment system (IFE) tetapi sayangnya pesawatnya nggak dilengkapi sama Boeing Sky Interior yang baru :( . Di layar IFE di depan gue, lagi ada tayangan informasi mengenai rute perjalanan hari ini dari Surabaya ke Batam. Keren! 
          Atas: rencana rute perjalanan dari Surabaya ke Batam di layar IFE di depan gue
          Pesawat take-off kira2 jam 10. Kurang lebih 20 menit setelah take-off, seat belts sign dimatikan dan IFE mulai dinyalakan. Lumayan, bisa nonton film atau ndengerin musik sambil nunggu sampe Batam. Headset untuk economy class memang nggak sebagus yang di business class, tapi ya tak apalah, yang pemting bisa dipake buat ndengerin suara film atau musik. Pilihan filmnya cukup menarik dengan pilihan film Blockbuster dan film Indonesia yang cukup beragam. Musiknya apalagi... Lengkap buanget, bro! Bagi anak2 usia 4 - 8 tahun, ada juga pilihan film kartun yang cukup menarik di fitur "Dunia Anak". Bagi yang suka travelling, ada informasi kota tujuan anda di fitur "Perjalanan". Pokoknya, serasa di rumah dah kalau sudah make IFE-nya Garuda Indonesia! 
          Atas: ndengerin lagu-nya Afgan di IFE-nya Garuda Indonesia :)
          Beberapa saat setelah take-off, cabin crew langsung membagikan lunch for today dengan pilihan mie goreng seafood dan nasi goreng ayam yang ternyata adalah nasi ayam hainan. Porsinya lumayan lah buat orang Indonesia dan rasanya cukup maknyus di lidah. Untuk mie goreng seafoodnya terbuat dari mie goreng kayak yang ada di kedai Chinese Food tapi yang ini lebih berkualitas trus ditaburi ikan dory fillet yang crispy, udang kecil dan sawi atau kaylan lalu diberi saus oriental di atasnya dan beberapa potongan cabe merah. Rasanya? Manis2 gurih gitu plus kriuk-kriuk karena ikan dory fillet-nya. Kalau nasi goreng ayam yang ternyata nasi hainan ayam-nya hanya terdiri dari nasi hainan yang wangi dan gurih trus ditaburi 3 potong ayam panggang. Khusus nasi hainan ayam, ads tambahan saos sambal "ABC" sebagai penambah rasa. Rasa nasi hainan ayam-nya gurih banget! Semua menu makanan yang disajikan tadi dilengkapi sama pudding nata de coco sebagai dessert. Sudah menu makanannya enak2, komplit pula. 
         Atas: mie goreng seafood-nya Garuda Indonesia 
        Atas: nasi goreng ayam (nasi ayam hainan)-nya Garuda Indonesia 
        Setelah kurang lebih 1 setengah jam perjalanan, pesawat Garuda Indonesia yang gue tumpangi mendarat mulus di Bandara Internasional Hang Nadim Batam sekitar jam 11.45. Pesawat gue parkir tepat di sebelahnya pesawat ATR72-600-nya Malindo Air yang akan berangkat ke Subang Skypark di Kuala Lumpur, Malaysia. Berakhirlah sudah penerbangan Garuda Indonesia GA370 jurusan Surabaya - Batam yang mengesankan ini.