Senin, 28 Mei 2018

BlackBarn Coffee

        BlackBarn Coffee terletak di Jl. Untung Suropati yang terkesan sepi dan tenang walaupun berada di tengah kota Surabaya. Selain lingkungannya yang tenang dan cozy, atmosfer di dalam cafe ini juga tak kalah cozy-nya. Sebetulnya cafe ini lebih cocok dikunjungi saat malam hari, tapi waktu itu saya mengunjunginya pagi hari sehingga masih sepi. Kalau malam hari, cafe ini akan penuh oleh pengunjung. Selain menjual aneka jenis kopi, cafe ini juga menyediakan snack serta makanan berat ala restoran dan yang menarik tersedia juga minuman beralkohol di sini sehingga rasanya paling tepat mengunjungi cafe ini saat malam hari sambil minum bir bintang yang dijual. Suasana di dalam cafe ini terkesan dark dengan banyak perabotan yang terbuat dari kayu di dalamnya. Selain itu, tengkorak hewan dan patung totem juga terpajang di dalam BlackBarn Coffee sehingga menghadirkan kesan mistis apalagi kalau malam dan cafe sedang sepi. Untuk pilihan tempat duduk, ada yang di bagian indoor dan ada juga yang outdoor. Untuk yang outdoor tersedia dart game di bagian belakang cafe yang bisa dimainkan kapan saja. Di bagian depan cafe ini juga terdapat sebuah ruangan bagi mereka yang mau mencoba menghisap rokok elektronik. Waktu saya berkunjung ke cafe ini, saya memesan beberapa menu makanan dan minuman. Untuk makanan saya memesan BlackBarn fried rice, spaghetti meatball, dan shakshuka sedangkan untuk minuman saya memesan cappucino, sarsaparilla, dan ice lychee tea. 

       
 
       
  
       

       

        BlackBarn fried rice termasuk salah satu menu tradisional yang dijual di cafe ini. Ada juga menu tradisional yang lain yang juga dijual yaitu soto betawi dan soto mie. Dari segi porsi sih nasi goreng ini disajikan dengan porsi yang lumayan besar. Satu porsi BlackBarn fried rice terdiri atas nasi goreng dengan porsi yang lumayan lalu dilengkapi dengan telur mata sapi, kebab ayam mini, kerupuk, dan acar sebagai pelengkap. Nasi gorengnya sendiri berupa nasi goreng standar yang dibuat dengan campuran kecap manis dan sayuran seperti wortel. Soal rasa, jujur saja saya agak kecewa. Ekspektasi saya rasanya bakal maknyus. Tapi ternyata rasanya ya biasa-biasa saja. Nothing special. Mirip banget dengan nasi goreng pada umumnya dengan rasa manis khas kecap manis yang menurut saya agak berlebihan. Walaupun begitu, makan nasi goreng ala BlackBarn Coffee ini dijamin akan membuat kenyang karena porsinya yang besar. 

       
 
       
 
        Spaghetti meatball datang dengan porsi medium, tidak terlalu besar tapi juga tidak terlalu kecil. Terdiri atas spaghetti dengan saus bolognaise dan diberi topping 3 buah bakso sapi yang menurut saya ukurannya lumayan besar ditanbah parutan keju parmesan. Spaghettinya dimasak secara al dente sehingga matang secara merata dan tetap kenyal ketika dikunyah. Untuk saus bolognaise-nya rasa manisnya cenderung dominan taoi rasa daging cincangnya tetap terasa sedangkan bakso sapi-nya terasa banget daging-nya yang agak liat tapi tetap mudah untuk dikunyah. Overall not bad untuk spaghetti meatball ini. 

       
 
       
 
        Shakshuka yang menurut saya agak unik. Makanan yang katanya berasal dari Tunisia ini terbuat dari telur mata sapi yang diatasnya diberi saus bolognaise, keju mozarella, dan keju cheddar serta cincangan tomat segar. Rasanya juga benar-benar unik karena merupakan perpaduan dari gurihnya saus daging dengan rasa khas telur mata sapi setengah matang lalu dipadu dengan manisnya saus bolognaise dan segarnya tomat. Sulit deh untuk dijelaskan! Menurut saya shakshuka ala BlackBarn Coffee ini wajib dicoba karena rasanya yang dijamin membuat kamu ketagihan! 

       
 
       
 
        Untuk minumannya, cappucino-nya terasa manis dengan rasa susu yang dominan. Ice lychee tea-nya terasa sangat segar dengan potongan buah leci yang cukup besar sehingga pas banget buat pencuci mulut sekaligus sebagai minuman penyegar. Sarsaparilla rasanya hampir mirip dengan root beer milik A&W menurut saya tapi sebetulnya beda jauh. Sarsaparilla di sini lebih berkarbonasi dan lebih segar pastinya. 

       
  
       

       

        Overall jangan lewatkan untuk mampir makan atau sekedar nongkrong di BlackBarn Coffee karena suasananya yang cozy kalau siang dan agak mistis tapi meriah saat malam. Untuk akses ke cafe ini, bisa nelalui Jl. Dr. Soetomo yang merupakan jalan besar di dejat cafe ini lalu masuk ke Jl. Untung Suropati. Sebagai penanda-nya, belok kiri ketika menemukan karaoke Happy Puppy yang terletak di seberang Taman Persahabatan Korea di Jl. Dr. Soetomo. Bon Apetit! 

----------------------------------------------------
BlackBarn Coffee
Harga: 
- BlackBarn fried rice: Rp38.000,00
- Spaghetti meatball: Rp39.000,00
- Shakshuka: Rp38.000,00
- Cappucino: Rp31.000,00
- Ice lychee tea: Rp27.000,00
- Sarsaparilla: Rp25.000,00
Lokasi: 
Jl. Untung Suropati no. 79, Tegalsari, Surabaya
----------------------------------------------------

Minggu, 15 April 2018

Ama Taiwan Resto

        Berbicara tentang masakan khas Taiwan, yang pertama kali muncul di kepala mungkin adalah taiwanese fried chicken atau ayam goreng khas Taiwan yang banyak dijual di mall saat ini. Tapi sebetulnya masih ada banyak jenis masakan Taiwan yang lain yang patut untuk dicoba. Masakan Taiwan hampir mirip dengan chinese food pada umumnya mengingat Taiwan sendiri banyak terpengaruh oleh budaya China. Di Surabaya, ada sebuah depot di daerah Surabaya Barat yang menjual aneka jenis masakan otentik khas Taiwan. Nama depot itu Ama Taiwan Resto. Terletak di ruko perumahan Graha Famili, depot ini tak pernah sepi pengunjung dan bahkan pada jam-jam tertentu kalian harus siap-siap antre kalau mau makan di sini. Bisa dibilang depot ini menjadi satu-satunya depot di Surabaya yang menjual masakan otentik asli dari Taiwan dengan resep yang juga asli dari Taiwan sehingga rasanya tidak akan sesuai dengan selera orang Indonesia karena pemiliknya sendiri adalah orang asli Taiwan. Depot ini ukurannya tidak terlalu besar sehingga pada jam-jam tertentu dipastikan depot ini akan overload. Begitu masuk, harum masakan yang dibuat langsung menyerbak. Perabotan-perabotan dapur khas Taiwan banyak dipajang di sini dan di tembok depot ini terdapat berbagai jenis pilihan menu yang dijual dan kebanyakan ditulis dalam bahasa Mandarin (tapi di bawahnya tetap ada terjemahan Bahasa Indonesia). Selain masakan Taiwan, depot ini juga menjual masakan khas Jepang salah satunya adalah tempura dan donburi. Tapi tentu saja saya ke sini hanya untuk mencicipi masakan khas Taiwan!  

       
          
      Menu pertama yang saya pesan adalah beef noodle atau mie sapi khas Taiwan. Di Taiwan, mie sali ini sangat terkenal dan bisa dibilang sebagai masakan nasional Taiwan. Mie yang digunakan di sini adalah handmade noodle dengan ukuran yang cukup besar dan tekstur yang agak kenyal. Sekilas hampir mirip dengan mie udon dari Jepang, tapi tidak sebesar udon. Mie ini lalu direbus dan disiram kuah kaldu sapi. Terakhir mie diberi topping beberapa potong daging sapi dan sayur bok choy plus daun bawang sebagai garnish. Jenis daging yang digunakan adalah daging has dalam dan nampaknya ada bagian ototnya juga. Potongan dagingnya besar-besar tapi terasa sangat empuk dan bumbu kuahnya juga meresap sempurna sampai ke sela-sela dagingnya. Tambahan sayur bok choy yang renyah membuat sajian mie sapi ini makin lengkap. Sebetulnya disediakan saos tambahan sebagai pelengkap di meja makan depot, tetapi tanpa tambahan apapun, mie sapi ini sudah terasa sangat enak. Saya sudah beberapa kali mengunjungi depot ini dan setiap kali berkunjung, pasti saya memesan mie sapi ini. Yang membuat saya kangen dengan masakan ini adalah kuahnya. Kuah mie sapi ini benar-benar terasa sangat unik dan mirip dengan versi aslinya di Taiwan dan berhubung hanya depot ini yang menjual mie sapi di Surabaya, tentu saja saya akan memesan mie sapi ini tiap kali saya berkunjung ke depot ini. Oh iya, porsi mie sapi in lumayan besar. Kalau tidak kuat makan banyak, bisa berbagi dengan teman karena rasanya mie sapi ini cukup lah untuk dimakan 2 orang. 

      

      

      

      
 
        Masakan kedua yang saya pesan adalah mie pangsit udang. Berbeda dengan mie sapi yang kenggunakan handmade noodle dengan ukuran yang lumayan besar. Mie pangsit udang ini juga menggunakan handmade noodle, tapi ukurannya tidak sebesar mie sapi bahkan terkesan agak kecil. Jika mie sapi tadi disajikan dengan ukuran yang lumayan besar, mie pangsit udang ini disajikan dengan ukuran medium. Mie yang digunakan tetap terasa kenyal dan sangat lembut. Pangsit udangnya sendiri juga tak kalah lembutnya dan di dalamnya terdapat potongan daging udang yang ukurannya besar-besar. Ketika digigit, yang terasa adalah rasa khas dari udangnya. Paling pas dimakan bersama kuah panasnya yang disajikan di mangkok terpisah. 

      

      
  
         Untuk minum, saya memesan milk tea atau teh susu khas Taiwan. Biasanya kalau di mall, teh susu ini diberi topping pearl atau bola-bola mutiara dari agar-agar. Tetapi di sini teh susu disajikan polos dalam gelas yang cukup besar. Rasanya sangat manis dan pas banget sebagai penyegar setelah makan-makanan yang cukup berlemak tadi. 

      
 
        Selain mie sapi dan mie pangsit udang, ada banyak masakan khas Taiwan yang lain yang dijual di depot ini. Yang cukup favorit adalah nasi angkak baikut (non-halal) yang isinya ada seporsi nasi putih dengan lauk daging baikut yang digoreng tepung dan disajikan bersama tahu goreng dan cah sawi putih sebagai sayur pelengkap. Ada juga nasi / mie lu rok (non-halal) yang berupa semangkuk nasi atau mie yang diberi topping daging babi yang dicincang. Terakhir ada lu dan yang isinya berupa kembang tahu dan telur rebus khas Taiwan. Pokoknya, kalau mau makan-makanan khas Taiwan di Surabaya, langsung aja menepi ke depot ini. Happy eating :) 
----------------------------------------------------
Ama Taiwan Resto (non-halal)
Harga: 
- Mie sapi: Rp36.000,00
- Mie pangsit udang: Rp25.000,00
- Milk tea: Rp10.000,00
Lokasi: 
Ruko Plaza Graha Famili Blok C no. 23 (sebelah Hoky Supermarket)
Jl. Mayjen Yono Soewoyo, Dukuh Pakis, Surabaya
----------------------------------------------------

 

Minggu, 10 Desember 2017

Spiegel Bar & Bistro


        Jalan-jalan di Kota Tua Semarang bakal membuat kamu serasa kembali ke masa lalu, pada jaman penjajahan Belanda. Ya, ada banyak banget gedung-gedung bernuansa kolonial di daerah ini salah satunya yang paling terkenal yaitu Gereja Blenduk. Selain Gereja Blenduk, ada lagi sebuah gedung kolonial yang kini disulap menjadi sebuah kafe yang cukup populer di Semarang. Gedung tua itu kini bernama Spiegel Bistro. Tidak hanya bangunannya saka yang sudah tua, tapi makanan yang dijual rata-rata adalah makanan western termasuk beberapa menu kuno dari jaman Belanda dulu dan tentu saja aneka jenis kopi. Interior kafe ini cukup modern walaupun menempati gedung tua yang sudah direnovasi. Dari bagian dalamnya, bisa dibilang jika kafe ini adalah kafe kelas atas dan harganya mahal, tapi nyatanya tidak terlalu mahal juga harga makanan dan minuman di sini. Yang nongkrong di sini kebanyakan adalah warga kelas atas Semarang dan banyak juga bule-bule yang nongkrong di sini.   

        Interior Spiegel

        Makanan pertama yang saya pesan adalah bitterballen. Ini adalah semacam appetizer kuno dari jaman penjajahan Belanda dulu yang modelnya mirip kroket, tapi berbentuk bola-bola kecil. Isinya adalah semacam ragut sayur. Presentasinya menarik karena disajikan di sebuah frying pan dan disajikan bersama saus mustard untuk memberikan sensasi segar bercampur pedas. Soal rasa, bitterballen yang disajikan di sini rasanya garing di luar tapi lembut di dalam. Ditambah lagi rasa pedas menyegarkan saat dicocol ke saus mustard-nya.



    Bitterballen

        Kedua ada classic caesar salad. Porsi caesar saladnya cukup besar kalau di sini. Seperti caesar salad pada umumnya, isi dari salad ini adalah campuran selada, tomat, dan daging ayam lalu diberi mayones dan dressing di atasnya. Tak lupa disajiian pula sepotong roti panggang sebagai pelengkapnya. Uniknya, diberikan pula kelopak bunga sebagai garnishnya. Rasa caesar saladnya sangat menyegarkan. Seladanya sangat crunchy dan potongan daging ayamnya lembut dan besar-besar. Dijamin kenyang meskipun hanya makan caesar salad ini! 

       Classic Caesar Salad 

        Untuk minum, saya memesan caramel latte. Presentasinya sama saja dengan latte pada umumnya tapi menurut saya cangkirnya kalau di sini lebih besar. Soal rasa, sama saja dengan cafe latte pada umumnya hanya saja di sini menurut saya campuran susunya lebih terasa. 


        Caramel Latte
        Overall, recommended banget untuk nyobain kafe ini karena rugi kalau ke Semarang tapi tidak nyobain kafe ini karena kafe ini cukup populer di Semarang. Kombinasikan kunjungan ke kafe ini dengan jalan-jalan di kawasan Kota Tua Semarang. Di sekitar kafe ini ada berbagai jenis bangunan kolonial yang lain untuk dikunjungi karena kebanyakan digunakan sebagai spot foto-foto. Selain itu, Gereja Blenduk berlokasi hanya selemparan batu dari kafe ini. Lalu ada juga Semarang Contemporary Art Gallery yang juga terletak hanya selemparan batu dari sini karena lokasinya tepat berada di jalan belakang kafe ini. So, happy eating! 

----------------------------------------------------
Harga: 
- Hot Caramel Latte: Rp30.000,00
- Bitterballen: Rp30.000,00
- Classic Caesar Salad: Rp35.000,00
Lokasi: Jl. Letnan Jenderal Suprapto no. 34, Kota Lama, Semarang
----------------------------------------------------
        

Rabu, 13 September 2017

Kulineran 5 Tempat di Malang

        Malang adalah sebuah kota yang terletak di dekat Surabaya. Dengan menggunakan mobil, kamu bisa mencapainya dalam waktu 2 jam jika jalanan tidak macet sebagai catatan. Karena lokasinya yang cukup dekat dengan Surabaya, banyak warga Surabaya termasuk saya yang sering menghabiskan waktu liburan di Malang. Kebanyakan dari mereka berwisata ke beberapa obyek wisata terkenal di Malang. Tetapi bagi saya, Malang lebih cocok dijadikan destinasi wisata kuliner karena masakannya yang sangat menggoda untuk dicoba. Kali ini saya akan berbagi tentang 5 tempat makan terenak yang pernah saya kunjungi di Malang. 
          1. Djati Lounge
           Djati Lounge meskipun menggunakan embel-embel nama "lounge" tetapi ternyata rupanya seperti fine-dining restaurant dengan desain restoran yang mewah dengan pemandangan langsung ke lapangan golf di kompleks perumahan Araya yang merupakan kawasan perumahan elit di Malang. Karena berlokasi di kawasan perumahan elit, maka harga makanan di restoran ini pun bisa dibilang sangat mahal di kantong. Yang membuat saya terkejut adalah harga untuk makanan semacam snack tradisional saja sangat mahal. Seingat saya, harga untuk tempe menjes (ampas tahu yang dibuat menjadi semacam tempe lalu digoreng tepung dan biasanya dicocol bumbu petis) adalah Rp25.000,00. Itupun tidak tahu dapat berapa biji. Kalo di luar apalagi yang biasa dijual oleh penjual gorengan di jalanan atau di kampung-kampung, Rp2.000,00 saja sudah dapat. Wah, ini nih yang namanya traditional food go to the next level :). Tapi waktu itu saya memesan jamur crispy. Makanan ini kalau di luar biasanya bisa didapat dengan harga 15 ribu doang, tapi di sini kalau gak salah harganya 35 ribu. Tapi memang penampilannya berbeda sih dengan jamur crispy biasanya. Jamur tiramnya potongannya besar-besar dan tepungnya juga tebal dan lebih kriuk. Disajikan bersama saos cocolan semacam tauco gitu. Minumnya saya pesan taro latte, ice chocolate marshmallow, dan ice strawberry tea yang rasanya benar-benar menyegarkan. Oh iya, restoran ini memiliki area indoor dan outdoor. Saran saya sih, coba duduk di area outdoor karena sambil makan dan minum, mata kita akan dimanjakan dengan pemandangan golf course yang sangat indah. Untuk spot foto bisa dilakukan di sebelah swimming pool dengan background golf course. 
-------------------------------------------
Djati Lounge
Cluster Greenwood, Jl. Greenwood Golf Mansion no. 49, Araya, Tirtomoyo, Pakis, Malang
Price: appetizer dan dessert bisa sampai Rp50.000,00 kalau mau makan berat siapkan bujet lebih ya      karena harga main course cukup mahal, bisa mencapai Rp100.000,00 ke atas. 
-------------------------------------------
          Jamur crispy
          Ice chocolate marshmallow
          Taro latte and ice strawberry tea
          Golfcourse view
          Exterior      
          2. Depot Hok Lay
          Depot yang usianya sudah cukup tua ini terkenal di Malang akan kelezatan lumpianya. Tetapi ternyata tidak hanya lumpia yang menjadi speciality menu di depot ini. Minumannya juga sangat terkenal salah satunya adalah fosco, sebuah minuman jadul dari zaman penjajahan Belanda yang terbuat dari susu yang dicampur cokelat tapi bukan susu cokelat lho. Cara penyajiannya unik yaitu dengan dimasukkan ke dalam botol coca-cola dari jaman dulu. Rasa dari fosco ini mirip susu cokelat hanya saja rasa cokelatnya lebih strong. Paling cocok disajikan dingin sehingga rasanya menjadi sangat menyegarkan. Untuk makanannya, saya tidak mencoba lumpianya, tetapi cwie mie. Cwie mie di depot ini rasanya tidak kalah maknyusnya dengan lumpianya. Cwie mie di depot ini sama dengan cwie mie di depot lain di Malang. Terdiri atas mie khas cwie mie lalu diberi topping daging ayam cincang dan disajikan dengan pangsit goreng dan semangkuk kuah hangat. Untuk dessert, wajib coba es pudding. Meskipun sudah minum fosco, tapi rasanya kurang kalo tidak mencoba dessert yang satu ini supaya tambah segar. Es pudding ini terdiri atas semangkuk penuh es serut yang diberi topping aneka jenis pudding dan jelly. Sangat cocok dinikmati setelah makan cwie mie lalu baru minum fosco-nya. 
-------------------------------------------
Depot Hok Lay
Jl. KH Ahmad Dahlan no. 10, Sukoharjo, Klojen, Kota Malang
Harga: < Rp50.000,00 
-------------------------------------------
          Cwie mie
          Es pudding
          Fosco
          3. Nasi Buk Matirah
          Buk adalah sebutan untuk ibu-ibu keturunan Madura dan sesuai namanya, nasi buk berarti nasi yang dijual oleh ibu-ibu keturunan Madura. Dari namanya, yang pertama terlintas di pikiran pasti makanan ini berasal dari Madura tetapi ternyata salah. Nasi buk hanya bisa ditemukan di Malang. Kalau yang di Madura sana namanya nasi campur madura yang isinya cumi hitam, paru, babat, dll. Kalau nasi buk yang di Malang ini beda. Nasi buk khas Malang ini terdiri atas sepiring nasi dengan lauk lodeh tewel (nangka muda), serundeng, dendeng kelapa, keripik paru, dan empal daging. Sebetulnya masih ada beragam lauk lain yang bisa dinikmati sebagai teman makan nasi buk, tetapi yang klasik biasanya ya yang seperti itu tadi. Karena lauknya bermacam-macam, jadinya rasa makanan ini juga campur-campur mulai dari gurih, manis sampai agak pedas. Salah satu tempat yang menjual nasi buk yang cukup terkenal di Malang adalah Nasi Buk Matirah yang terletak tepat di sebelah Stasiun Kota Malang. Nasi buk paling enak dimakan pada pagi hari sebagai menu sarapan. 
-------------------------------------------
Nasi Buk Matirah
Jl. Trunojoyo no. 10, Kota Malang (sebelah Stasiun Kota Malang) 
Harga: < Rp50.000,00 (tergantung lauk yang dipilih) 
-------------------------------------------
          Nasi Buk Matirah
          4. Hot Cwie Mie Gloria Malang
          Cwie mie sepintas mirip dengan mie ayam yang biasa kita makan. Memang benar karena cwie mie adalah penyebutan untuk mie ayam dari Malang. Hanya saja, mie yang digunakan untuk cwie mie terasa agak berbeda dengan mie yang digunakan pada mie ayam pada umumnya. Mie untuk cwie mie terasa lebih kecil. Karena berasal dari Malang, jadinya ada beragam depot yang menyajikan makanan ini di seluruh penjuru kota Malang dan bahkan sampai ke kota Batu yang merupakan tetangga dari kota Malang. Tetapi dari sekian banyak depot yang menjual cwie mie, Depot Hot Cwie Mie Gloria Malang menjadi salah satu yang ramai dikunjungi. Karena cukup populer di kota Malang, jadjnya depot ini sudah membuka beberapa cabang di Malang. Waktu itu saya mendatangi cabang mereka yang berlokasi di sebuah ruko di Jl. Kawi Atas yang sangat penuh dengan berbagai macam depot dan restoran. Di sini mereka tidak hanya menyediakan cwie mie ayam yang menjadi menu klasik, tetapi juga cwie mie dengan berbagai macam topping seperti ayam, ikan, sampai jamur. Saosnya juga bisa pilih: mau yang sweet atau spicy. Waktu itu saya memesan yang cwie mie ayam dengan topping jamur crispy dengan saos spicy. Penyajiannya simpel saja. Cwie mie ditaruh di mangkok lalu diberi topping jamur crispy lalu diguyur saos sambal lalu ditambah sayuran hijau. Jamur yang digunakan ternyata adalah jamur champignon / jamur kancing sehingga rasanya lebih kenyal daripada jamur tiram. Rasa makanan ini lembut, hangat, gurih, dan agak pedas dari saos sambal. Kalau tidak mau makan cwie mie, bisa juga makan pangsit kuah yang juga dijual di sini. Terdiri atas semangkuk kuah berisikan sekitar 6 biji pangsit khas depot ini. 
-------------------------------------------
H & T Cui Mie Gloria Malang
Ruko Kawi Atas no. 43B, Kota Malang
Harga: < Rp50.000,00
-------------------------------------------
          Cwie mie jamur crispy spicy
          Cwie mie ayam crispy spicy
          Pangsit kuah
          5. Nomu 9
          Ke Malang rasanya kurang cocok kalau tidak ngafe di salah satu kafe yang terkenal di kota ini. Ada banyak kafe yang cukup populer di kota ini salah satunya adalah Nomu 9. Sebetulnya agak kurang cocok sih tempat ini untuk disebut kafe karena interiornya lebih mirip bistro restaurant dan makanannya pun rata-rata adalah makanan berat. Jika dilihat dari bentuknya, restoran ini bisa dibilang bistro atau semi fine-dining, tetapi ternyata harga makanan di sini tidak mahal-mahal amat. Maksimal ya sekitar Rp50.000,00 lah untuk main course. Waktu itu saya memesan beberapa menu seperti chicken schnitzel green curry, lemon butter snapper, matcha affogato, dan ice lychee tea. Uniknya sebagai appetizer, disajikan semacam kripik pangsit yang bisa dimakan secara gratis. Chicken schnitzel green curry terdiri atas chicken schnitzel (semacam chicken katsu asal Austria) yang disajikan dengan nasi putih lalu diguyur dengan saos kare hijau khas Thailand lalu ditaburi dengan biji wijen sebagai garnish. Untuk lemon butter snappernya terdiri atas spaghetti yang diberi topping beberapa potong daging ikan kakap fillet dan saos creamny serta beberapa potong paprika sebagai garnish. Untuk rasa, chicken schnitzelnya terasa cukup crispy dan saos green curry-nya cukup nendang. Untuk lemon butter snappernya, spaghetti dan daging kakap nya sudah lembut dan saosnya juga terasa cukup creamy, hanya saja rasa lemonnya agak kurang terasa. Untuk matcha affogato-nya sangat nikmat dimakan sebagai dessert sedangkan ice lychee tea nya sangat menyegarkan untuk diminum setelah makan matcha affogato. Oh iya, lokasi kafe ini agak tersembunyi di sebuah jalan perumahan di dekat Jl. Kawi Atas yang sangat padat. Meskipun berlokasi di pusat kota Malang, tetapu suasana di sekitar kafe ini agak sepi sehingga suasana di dalam kafe pun cukup tenang. 
-------------------------------------------
Nomu 9
Jl. Jambu no. 6, Gading Kasri, Klojen, Kota Malang
Harga: < Rp50.000,00
-------------------------------------------
          Chicken schnitzel green curry
          Lemon butter snapper
          Matcha affogato
          Ice lychee tea
          Dessert place
          Brewery place
          Interior
          





Kamis, 23 Februari 2017

Warung Asri Jambe Tabanan

        Bali selain terkenal dengan pantainya, Bali juga terkenal dengan masakannya yang beraneka ragam dan rasa semua masakan itu maknyus meskipun kebanyakan dari masakan itu berbahan daging babi. Kali ini, saya mencoba mencicipi kelezatan lawar babi (non-halal) di sebuah warung di kota Tabanan, sebuah kota kecil sebelum Denpasar yang biasa dilalui para pengendara kendaraan darat jika melakukan perjalanan dari Jawa ke Bali. Lokasi warung ini agak tersembunyi dan bisa jadi masih belum banyak orang yang tahu. Nama warung itu adalah Warung Asri Jambe. Terletak di sebuah sudut jalan yang agak tersembunyi, warung ini terkenal di kalangan masyarakat Tabanan akan kelezatan lawar babi-nya. Tapi jangan khawatir bagi yang pantang makan babi, karena warung ini juga menyediakan lawar ayam. Kali ini saya mencoba lawar babi. Ketika tersaji di meja makan, tampak porsi lawar babi ini lumayan besar. Terdiri atas 3 piring: 1 piring nasi, 1 piring berisikan lawar babi, dan 1 mangkok yang lumayan besar berisikan sup babi. Piring yang berisikan lawar babi itu terdiri atas lawar kacang panjang, lawar nangka muda, irisan daging babi, urutan (sosis babi khas Bali), sate babi, sate lilit babi, dan kerupuk kulit babi. Jika beruntung, kamu bisa menemukan samcam di kerupuk kulit babi itu. Jika merasa kurang, kamu bisa membelinya secara terpisah. Mulailah mencoba sup babinya terlebih dahulu. Sup babi ini terdiri atas beberapa potong daging babi dan wortel yang disiram kuah kaldu babi hangat. Rasa sup babi ini gurih khas babi dan bercampur agak pedas dari bubuk merica. Setelah menyeruput sup babi, mulailah mencicipi lawar babinya yang merupakan lauk utama. Lawar kacang panjang yang merupakan versi "klasik" dari lawar khas Bali terasa renyah sementara lawar nangka muda terasa lebih lembut. Irisan daging babinya cukup padat tetapi tetap empuk dan pastinya gurih khas daging babi. Jangan lupa mencoba kedua sate babinya. Yang pertama adalah sate babi original yang terasa manis karena dilumuri kecap dan yang kedua adalah sate lilit babi yang terasa lembut dan lebih gurih. Terakhir makanlah kerupuk kulit babinya yang terasa sangat renyah dan gurih. Bagaimana dengan lawar ayamnya? Sayang sekali saya belum berkesempatan mencoba menu tersebut, tetapi berdasarkan informasi, bentuknya persis seperti lawar babi yang menjadi menu "klasik" warung tersebut, hanya saja dagingnya diganti daging ayam dan urutan serta kerupuk kulit babinya tidak diikutsertakan pada sajian lawar ayam. Overall, jika kamu sedang melakukan perjalanan darat dari Jawa ke Bali dan melewati kota Tabanan, sempatkan singgah di warung ini untuk mencicipi lawar babi maupun lawar ayamnya yang super duper makyus. 
       Nasi Lawar Babi khas Warung Asri Jambe Tabanan
       Lawar Babi yang terdiri atas lawar kacang panjang, lawar nangka muda, irisan daging babi, sate babi, sate lilit babi, dan kerupuk kulit babi 
       Sup babi yang rasanya nendang 
       Interior warung 
       Warung Asri Jambe tampak dari luar